Popular Post

Perkembangan Gerakan Kebangsaan Indonesia

By : Uchiha sasukeee

 

Periode Awal

Pergerakan nasional Indonesia baru bergerak dalam bidang sosial dan budaya. Organisasi dan pergerakan yang mengemuka antara lain:

 

Boedi Oetomo

Boedi Oetomo didirikan oleh para pelajar Stovia dibawah pimpinan dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. organisasi Boedi Oetomo merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama, sehingga (setelah era kemerdekaa) tanggal berdirinya organisasi ini ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Tujuan Boedi Oetomo ialah untuk mencapai kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, usaha yang ditempuh antara lain:

1.      Memajukan pengajaran

2.      Mamajukan pertanian, peternakan, dan perdagangan

3.      Memajukan teknik dan industri

4.      Menghidupkan kembali kebudayaan

 

Tujuan tersebut dipertegas kembali dalam kongresnya di Probolinggo yang antara lain memutuskan:

1.      Boedi Oetomo tidak melakukan kegiatan politik

2.      Kegiatan Boedi Oetomo terutama ditujukan pada bidang pendidikan dan kebudayaan

3.      Ruang gerak Boedi Oetomo dibatasi, yaitu hanya Jawa dan Madura.

Ada beberapa kendala yang dihadapi Boedi Oetomo antara lain:

1.      Pembatasan keanggotaan Boedi Oetomo hanya untuk masyarakat Jawa dan Madura

2.      Boedi Oetomo tidak mencampuri urusan politik

Atas perkembangan itu, banyak anggota Boedi Oetomo terutama kaum muda yang kecewa lalu mengundurkan diri

 

Sarekat Dagang Islam

Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan oleh seorang saudgar kaya raya H. Samanhudi. Latar belakang didirikannya SDI ialah terjadinya persaingan perdagangan antara pedagang pribumi dan pedagang asing, terutama yang berasal dari Cina atau Tionghoa. Hal itu mendorong Haji Samanhudi untuk menghimpun pedagang pribumi agar mampu bersaing melawan pedagang asing. Dengan demikian diharapkan perekonomian para pedagang lokal bisa ditingkatkan. Lahirnya SDI mangakibatkan konflik antara para pedagang pribumi dan pedagang non pribumi senakin tajam, sehingga Belanda membekukan oganisasi Sarekat Dagang Islam.

 

Sarekat Islam

Pada masa kepemimpinan H. O. S. Tjokroaminoto, Sarekat Dagang Islam namanya diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama dari Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam terjadi pada tahun 1912, pusat kedudukannya di Surabaya. Perubahan nama organisasi berpengaruh juga terhadap sifat keanggotaan SI, sebab anggota SI terbuka bagi seluruh umat Islam Indonesia. Selain itu, ruang gerak SI juga semakin luas yaitu perpusat pada masalah agama.

 

Tujuan SI antara lain:

1.      Memajukan perdagangan

2.      Membantu para anggotanya yang mengalami kesulitan, terutama dalam bidang permodalan

3.      Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk asli

4.      Memajukan agama Islam


Bentuk dan Strategi Pergerakan Nasional Indonesia

By : Uchiha sasukeee

Perjuangan bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 telah dilakukan selama berabad-abad untuk menentang penjajah. Meskipun demikian belum menampakkan hasilnya. Beberapa faktor yang menyebabkan perjuangan bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 mengalami kegagalan antara lain:

1.      Kurang adanya persatuan

2.      Faktor persenjataan

3.      Senjata yang dimiliki para pejuang Indonesia masih sangat sederhana.

4.      Politik devide et impera

5.      Siasat Belanda mengadu domba antar sesama bangsa Indonesia berhasil

 

 

Perjuangan bangsa Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar setelah tahun 1908. Perubahan itu antara lain :

1.      Perjuangan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia mulai menonjolkan persatuan,

2.      Perjuangan yang dilakukan tidak lagi menggunakan senjata tradisional, melainkan menggunakan organisasi modern, dan

3.      Pemimpin perjuangan ialah golongan cerdik pandai, bukan lagi golongan bangsawan atau para pembimpin daerah yang lainnya.

 

 

Perbedaan perjuangan bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 dan setelah tahun 1908

Sebelum tahun 1908
Sesudah tahun 1908
Kurang adanya persatuan/Bersifat kedaerahan
Perjuangan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia mulai menonjolkan persatuan
Faktor persenjataan masih sangat sederhana/Perjuangan menggunakan senjata tradisional
Perjuangan yang dilakukan tidak lagi menggunakan senjata tradisional, melainkan menggunakan organisasi modern
Pemimpin perjuangan adalah pemimpin daerah atau golongan bangsawan
Pemimpin perjuangan ialah golongan cerdik pandai

Perkembangan Pendidikan dan Awal Munculnya Kesadaran Nasional

By : Uchiha sasukeee

 

Pada akhir abad ke-19 sistem pendidikan yang berkembang di Indonesia semakin banyak. Sistem pendidikan ada yang diselenggarakan oleh kelompok keagamaan dan oleh pemerinta Kolonial Belanda. Sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh kelompok keagamaan lebih menitikberatkan pada pendidikan agama, seperti agama Islam.

 

Perkembangan Pendidikan di Indonesia

Akhir abad ke-19 sistem pendidikan yang berkembang di Indonesia semakin banyak, oleh:
  1. Kelompok keagamaan
      Agama Islam melalui pesantren
      Agama yang lain sesuai penanaman agama masing-masing
  1. Pemerintah kolonial Belanda
      Memiliki kurikulum yang jelas
      Untuk memenuhi tenaga kerja yang bisa baca tulis

 

Sejak dilaksanakannya Politik Etis, pemerintah Belanda kemudian banyak mendirikan sekolah dan berjejang mulai dari sekolah yang setingkat SD sampai pendidikan tinggi. Kemudian yang dimaksud dengan pendidikan kolonial adalah pendidikan yang diorganisasi oleh pemerintah kolonial.Penyelenggaraan pendidikan itu seiring dengan kepentingan pemerintah itu sendiri, berupa kebutuhan akan pegawai terdidik dan terampil, baik di kantor pemerintah atau perkebunan. Karena kepentingan tersebut, pada mulanya pendidikan tidak merata untuk semua orang.


Sekolah yang didirikan Belanda, a.l. :

1.      Kwekkschool (sekolah guru) untuk mencetak tenaga guru asli bumi putera

2.      Hoofdenschool (sekolah pangreh praja) untuk memenuhi tenaga kerja sebagai pegawai di pemerintah Belanda

3.      Hollandsch Inlandsche School (sekolah rendah untuk anak bumi putera) agar anak-anak bumi putera tidak buta huruf

4.      Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda

 

Pelaksanaan pendidikan bagi bangsa Indonesia yang diselenggarakan pemerintah kolonial Belanda mempunyai ciri – ciri sebagai berikut.

1.      Penerapan prinsip gradualisme (berangsur – angsur, lambat dan bertahap dalam penyediaan pendidikan bagi anak – anak Indonesia.

2.      Dijalakannya sistem dualisme dalam pendidikan yang membedakan pendidikan bagi anak Belanda dan pendidikan bagi bumi putera.

3.      Pendidikan dilaksanakan dengan tujuan terbatas, yaitu untuk menghasilkan pegawai administrasi.

4.      Tidak adanya perencanaan pendidikan yang sitematis untuk pendidikan bagi anak.

 

5.      Sekolah-sekolah yang Berdiri pada Masa Kolonial Belanda

 

Berikut ini adalah sekolah – sekolah yang berdiri pada masa kolonial Belanda :

a. Pendidikan Setaraf SD, meliputi sekolah – sekolah :

1.      Eerste Klasse School (Sekolah Kelas Satu), yang diperuntukkan bagi anak – anak bangsawan Indonesia, dengan lama pendidikan 4 – 5 tahun.

2.      Twede Klasse School (Sekolah kelas satu), yang diperuntukkan bagi anak – anak masyarakat biasa dengan lama pendidikan 3 tahun.

3.      Volkschool (Sekolah Desa ), lama pendidikan 3 tahun.

4.      Vervolgschool (Sekolah lanjutan), sebagai lanjutan dari Volkschool, lama pendidikan 2 tahun.

5.      Schakel School (Sekolah Schakel), yaitu sekolah sambungan yang dapat dilanjutkan ke MULO, lama pendidikan 5 tahun.

6.      europese Lagere School /ELS (Sekolah Belanda), Lama pendidikan 7tahun

7.      Hollands Inlandse School/HIS (Sekolah Hindia Belanda), lama pendidikan 7 tahun.

8.      Hollands Chinese School/HCS (Sekolah cina), lama pendidikan 7 tahun.

 

b. Pendidikan Setaraf SMP/SMA, yaitu :
  1. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs/MULO (Pendidikan Rendah Lebih Ekstensif) lama pendidikan 3 – 4 tahun
  2. Algemene Middelbare School /AMS (Sekolah Menengah Umum), sebagai lanjutan dari MULO, lama pendidikan 3 tahun
  3. Hogere Burgerreschool/HBS (Sekolah Menengah), lama pendidikan 5 tahun
  4. Kweek School/KS (Sekolah Guru), lama pendidikan 6 tahun.
c. Pendidikan Tinggi meliputi :
  1. Opleiding school voor Inlandse Ambtenaren / OSVIA (Sekolah Pendidikan Pegawai Pribumi)
  2. School tot Opleding van Indische Artsen / STOVIA (Sekolah Kedokteran Jawa)
  3. Rechts Hooge School / RHS (Sekolah Hakim Tinggi
  4. Technishe Hooge School (Sekoalh Teknik Tinggi)

Lembaga pendidikan yang jumlahnya semakin banyak, ternyata tidak semuanya dapat dimasuki oleh golongan bumi putera. Pemerintahan Kolonial Belanda nasih menggunakan sistem deskriminatif. Bagi anak-anak bumi putera, sekolah yang harus dimasuki ialah sekolah khsusus yang menggunakan kurikulum yang berbeda dengan anak-anak Eropa. Oleh sebab itu, apabila anak bumi putera ingin melanjutkan sekolah lebih tinggi, maka ia harus memasuki sekolah anak-anak Eropa. Anak bumi putera yang boleh sekolah di Eropa hanyalah anak-anak keturunan bangsawan atau yang orang tuanya bekerja pada pemerintahan Belanda.


Perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia ternyata dalam jangka waktu yang panjang dapat mengubah kedudukan sosial di masyarakat dan melahirkan satu golongan baru dalam masyarakat yaitu golongan cendekiawan. Golongan cendekiawan inilah yang nantinya mengadakan perubahan mengenai sistem perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.


Gerakan Kebangsaan di Beberapa Negara Asia Afrika

By : Uchiha sasukeee


·         Keteladanan Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru dalam rangka merebut kemerdekaan India dari Inggris

·         Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 memberi sinyal bahwa bangsa lain dapat menang melawan bangsa Eropa

·         Keberhasilan bangsa Filipina mengusir bangsa Spanyol tahun 1898

·         Keberhasilan China menurunkan kaisar yang korup pada awal abad ke-20

·         Perjuangan Myanmar melawan Inggris untuk merdeka

 

Perjuangan Mahatma Gandhi
Gandhi telah mulai merintis perjuangannya sejak di berada di Afrika Selatan. Pada tahun 1893 dimana dia melihat adanya perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat terhadap masyarakat India, serta masyarakat kulit hitam di sana untuk melakukan tindakan non-kooperasi terhadap pemerintah / penguasa Afrika Selatan. 
Gandhi menemukan penindasan tidak hanya pada mereka yang membangkang, namun juga pada yang luka-luka dan meregang nyawa. Dalam catatan hariannya, Gandhi menulis, "Saat itu tak ada orang Eropa yang bersedia membantu membalut luka mereka...Kami harus membersihkan luka-luka orang Zulu yang tidak dirawat setidaknya setelah lima atau enam hari yang lalu, karena itu luka-lukanya membusuk dan sangat menakutkan. Kami menyukai pekerjaan kami."Situasi itu menjadi peletup kesadaran Gandhi bahwa kekerasan tak bisa diselesaikan dengan kekerasan. Bila mata dibalas dengan mata, semua manusia akan gelap mata. Kesadaran lain yang muncul saat itu adalah bahwa ia harus memberikan pelayanan terhadap semua manusia dengan segenap jiwa raganya.
Kesadaran ini diwujudkan dalam prinsip perjuangan: bramkhacharya (mengendalikan hasrat seksual), satyagraha (kekuatan kebenaran dan cinta), swadeshi (memenuhi kebutuhan sendiri) dan ahimsa (tanpa kekerasan terhadap semua makhluk). Setelah itu, Gandhi terus-menerus melakukan perlawanan kesewenang-wenangan dengan gerakan tanpa kekerasan. Misalnya, Gandhi menolak aturan diskriminatif dengan mogok makan, berjalan kaki bermil-mil, membuat garam sendiri ketika semua rakyat harus membeli garam dari pemerintah Inggris, dan sebagainyaBagi Gandhi, hasrat seksual merupakan sumber dari kejahatan dan cenderung mementingkan diri sendiri, yaitu nafsu, amarah, dan agresi. Hasrat seksual dapat ditaklukkan melalui penolakan terhadap adanya pamrih yang selalu mengikuti perbuatan, untuk itulah ia bertekad menjalani prinsip bramkhacharya. Ketiadaan pamrih dapat dilakukan bila jiwa terikat pada prinsip Kebenaran Ilahiah. Inilah prinsip satyagraha, yaitu kepercayaan bahwa jiwa dapat diselamatkan dari kejahatan dunia, dan juga dapat memberikan pertolongan, sejauh jiwa itu senantiasa berada dalam pencariannya terhadap Tuhan melalui kebenaran dan hanya kebenaran.Swadeshi dapat diartikan dalam beberapa arti yang bermacam-macacm oleh kaum politik India itu sendiri. Ada yang mengartikan sebagai suatu boikot tak mau membeli barang-barang buatan Inggris, yakni sebagi suatu taktik pejuangan menyerang.

TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL

By : Uchiha sasukeee

 



Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional

·         Faktor Intern

·         Faktor Ekstern

 

Faktor Intern

 

1.      Adanya kaum cendekiawan

2.      Penderitaan, penindasan, dan perlakuan diskriminatif

3.      Pengaruh politik balas budi/Politik Etis

4.      Kenangan kejayaan di masa lampau

 

Faktor ekstern

 

1.      Kemenangan Jepang melawan Rusia tahun 1905

2.      Masuknya paham-paham baru ke Indonesia

a.       Nasionalisme

b.      Liberalisme

c.       Sosialisme

d.      Pan-Islamisme

e.       Demokrasi

3.      Perkembangan Nasionalisme di kawasan Asia Afrika khususnya di Asia Tenggara pada paruh pertama abad ke-20

 

Nasionalisme

Arti luas: perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah airnya Terbentuk karena persamaan nasib, budaya, karakter, dan keinginan hidup bersama Arti sempit: perasaan cinta terhadap bangsa yang berlebihan sehingga memandang rendah bangsa lain (chauvinisme)

 

Liberalisme

Dari kata Liberty yang artinya bebas Dicetuskan Adam Smith dalam buku “Wealth of Nations” tentang perjuangan ekonomi Liberal dan mengecam campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi. Juga mempengaruhi bidang politik dan agama Adanya paham Liberalisme memunculkan keinginan menentukan nasib sendiri

 

Sosialisme

Menekankan perhatian pada masyarakat secara keseluruhan Muncul karena perkembangan industrialisasi sebagai dampak liberalisme yang melahirkan golongan kapitalis, Golongan kapitalis mengeksploitasi kaum proletar/kaum miskin (buruh) Kaum proletar bangkit menyuarakan agar segalanya menjadi milik bersama

Tokoh : Karl Marx dari Jerman

 

Pan-Islamisme

Paham yang menginginkan / mencita-citakan manifestasi dari prinsip islam mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat islam di seluruh dunia. Al-wahdah al-islamiyah / al-ittihad al-islamiyah : Umat islam merupakan satu kesatuan yang utuh dan universal di seluruh dunia tanpa kecuali

 

 

Demokrasi

 

Suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat Pertama kali dilaksanakan di Yunani yaitu di Polis Athena berupa demokrasi langsung Pengambilan keputusan seharusnya dilaksanakan seluruh rakyat Dalam perkembangannya tidak mungkin mengikutsertakan seluruh rakyat, sehingga dengan sistem perwakilan


Kekuasaan Inggris di Indonesia

By : Uchiha sasukeee

EIC mengangkat Stamfort Raffles sebagai gubernur Jenderal di Indonesia.

Langkah-langkah Raffles :

·         Membagi pulau Jawa menjadi 16 karesidenan

·         Mengurangi kekuasaan bupati dengan mengangkat bupati menjadi pegawai pemerintah

·         Menghilangkan sama sekali bentuk kerja paksa/rodi

·         Menghapus pelayaran Hongi model VOC

·         Melarang perbudakan karena tidak sesuai dengan semangat liberalisme

·         Menghapus segala bentuk penyerahan (upeti)

·         Memungut sewa tanah/Land Rate  sebab tanah dianggap sebagai milik negara

·         Melaksanakan sistem penjurian dalam peradilan

 

Jasa Raffles dalam pengembangan ilmu pengetahuan :

·         Meneliti tumbuhan dan menamai temuannya Rafflesia Arnoldi

·         Membangun kebun raya Bogor

·         Menulis buku History of Java

Kekuasaan Kolonial Belanda

1814 Konvensi London, Perancis harus mengembalikan status negara-negara jajahan ke kedudukan semula

1816 Indonesia dikembalikan ke Belanda kecuali Pulau Bangka, Belitung dan Bengkulu.

Akibatnya terjadi perlawanan dari rakyat, seperti perang Diponegoro, Perang Aceh, Perang Padri, Perang Pattimura sehingga kas Belanda menjadi Kosong

Van den Bosh mengusulkan sistem Cultuur Stelsel / Tanam Paksa di Pulau Jawa mulai tahun 1830

Ketentuan Tanam Paksa

·         Seperlima bagian tanah milik rakyat yang subur wajib dijadikan lahan bagi tanaman ekspor

·         Tanah tersebut dibebaskan dari pembayaran pajak

·         Hasil panen diserahkan kepada pemerintahan Belanda

·         Apabila taksiran harga hasil panen melebihi pajak, maka kelebihannya menjadi hak rakyat

·         Kegagalan panen ditanggung pemerintah

·         Tenaga kerja yang digunakan tidak boleh melebihi tenaga kerja yang digunakan untuk menanam padi

Ketentuan tanam paksa yang dilanggar Belanda

·         Tanah yang dijadikan lahan ekspor tidak hanya seperlima tapi seluruhnya

·         Lahan yang ditanami tanaman ekspor tetap dipungut pajak

·         Kegagalan panen ditanggung rakyat sendiri bukan pemerintah

·         Jika taksiran hasil panen melebihi pajak maka kelebihannya itu tidak diberikan kepada rakyat

·         Tenaga yang digunakan untuk tanam paksa melebihi tenaga untuk menanam padi

Pengaruh Tanam Paksa

·         Rakyat menderita dan kelaparan, karena sebagian besar waktu mereka untuk mengurus tanaman paksa, dan tanaman padi mereka terlantar

·         Sisi positifnya rakyat menjadi tahu tanaman baru yang unggul sebagai komoditas ekspor

Pihak yang menentang tanam paksa

·         Kelompok Pemilik Modal

mereka mendesak pemerintah belanda menghapus tanam paksa, dan mengizinkan mereka masuk ke Indonesia untuk menanamkan modalnya >> Politik Pintu terbuka

·         Golongan Humanis di Belanda :

o   Eduard Douwes Dekker : Asisten Residen, seorang Penulis

o   Van de Venter >> Politik Etis : perbaikan irigasi, edukasi dan transmigrasi

o   Baron Van Hoevel : Pendeta Belanda

·         Kelompok Liberal di negeri Belanda

Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme terhadap bangsa Indonesia

Bidang Politik

·         Pamong praja yang dulu berdasarkan garis keturunan diubah menjadi sistem kepegawaian

·         Jawa menjadi pusat pemerintahan dan membaginya menjadi wilayah perfektur

·         Hukum yang dulu menggunakan hukum adat diubah menggunakan sistem hukum barat modern

·         Kebijakan yang diambil raja dicampuri Belanda

Bidang Ekonomi

·         Belanda membuka tambang minyak bumi di Tarakan Kaltim

·         Belanda membangun rel kereta api untuk memperlancar arus perdagangan

·         Liberalisme ekonomi

 

Bidang Sosial

·         Pembentukan status sosial dimana yang tertinggi adalah orang Eropa, Asia dan Timur jauh baru kaum pribumi

·         Struktur penguasa lokal lenyap

Bidang Budaya

·         Westernisasi menyebar lewat jalur pendidikan dan pemerintahan

·         Birokrat menggunakan bahasa Belanda sebagai simbol status mereka

·         Masuknya agama Katholik dan Protestan


Kekuasaan Asing di Indonesia

By : Uchiha sasukeee

Kekuasaan Portugis

Tahun 1511 tiba di Malaka dan perang dengan Sultan Malaka  yaitu Sultan Mahmud Syah

Portugis berhasil menguasai Malaka dan  Ternate (1512), tetapi tahun 1575 berhasil diusir dari Maluku oleh Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun), kemudian mereka berlayar ke Sumatra dan Jawa

Sebab diusirnya Portugis dari Maluku : ?

Portugis memonopoli perdagangan cengkih sehingga merugikan Ternate

Sultan Hairun dibunuh Portugis dengan cara licik di Benteng Sao Paolo

Penyebaran agama oleh bangsa Portugis

Kekuasaan VOC di Indonesia

 

Tahun 1602 terbentuk Perserikatan Maskapai Hindia Timur atau VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) bermarkas di Amsterdam

·         Hak-hak VOC (Hak Oktrooi) yang diberikan Parlemen Belanda :

·         Hak memonopoli perdagangan di wilayah antara Amerika Selatan dan Afrika

·         Hak memiliki angkatan perang dan membangun benteng pertahanan

·         Hak sebagai wakil pemerintahan Belanda di Indonesia

 

·         Hak mengadakan perang dan menjajah

·         Hak untuk mengikat perjanjian dengan raja-raja Indonesia

·         Hak untuk mengangkat pegawai

·         Hak untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri

·         Hak untuk memungut Pajak

 

Hal yang dilakukan  VOC dalam memonopoli rempah-rempah :

·         Hak Eksteerpasi : Hak untuk mengurangi hasil rempah-rempah dengan cara menebang atau memusnahkan, agar penawaran rempah-rempah terkendali

·         Pelayaran Hongi (Hongi Tochtan) : Pengawasan terhadap pelaksanaan monopoli perdagangan di Indonesia

 

 

Penyebab Kemunduran VOC

·         Pegawai VOC banyak yang korupsi

·         Wilayah Indonesia sangat luas sehingga perlu biaya besar untuk mengelolanya

·         Persaingan ketat degan kongsi dagang lain yaitu The East India Company/EIC (milik Inggris) yang berkedudukan di Calcuta

·         Biaya perang untuk menumpas perlawanan sporadis dari suku-suku di Indonesia sangat besar

 

VOC bubar tanggal 31 Desember 1799

Kekuasaan Prancis di Indonesia Masa Gubernur Jenderal Daendels

1800 Indonesia dibawah pemerintah Belanda, 1806 Belanda kalah dengan Perancis dipimpin Napoleon Bonaparte dan dia mengangkat adiknya (Leuis Napoleon) menjadi raja di Belanda

1806 Perancis (Napoleon Bonaparte ) mengalahkan Belanda, dan menguasai wilayah jajahannya termasuk Indonesia.

Tahun 1808 Perancis mengangkat Herman William Daendels sebagai Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia, tujuannya mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris.

 

Perhatian Daendels :

·         Membangun Jalan Anyer-Panarukan (+ 1.100 km)

·         Melaksanakan kerja rodi untuk pekerjaan yang bersifat umum

·         Membangun angkatan perang

·         Mencampuri urusan intern kerajaan-kerajaan di Indonesia

·         Menjalankan sistem pemerintahan diktator

·         Mencari keuntungan besar melalui perdagangan budak

 

Tahun 1811 Herman Willem Daendels ditarik ke Belanda, karena menyengsarakan rakyat dan menimbulkan perlawanan di berbagai daerah, dan diganti dengan Jansens

Tahun 1811 Inggris menyerang Batavia dipimpin Lord Minto dan tanggal 18 September 1811 Jansens menandatangani Kapitulasi Tuntang yang berisi penyerahan Batavia kepada Inggris

 


- Copyright © BELAJAR BERSAMA - SMKN 1 Bantul - Powered by Blogger - Designed by Muhammad Riyantoro -